Loading

Informasi OPK

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 30 March 2026
Tahun verifikasi dan validasi : 10 February 2026
Entitas kebudayaan : OPK
Kategori : Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan - Perayaan

Detail OPK

Etnis : Aceh

Alamat OPK

Kabupaten/Kota : Provinsi Aceh
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Alamat : -

Deskripsi Singkat

WBTb

Nama Lainnya : Akikah

Akikah merupakan adat Aceh yang bertautan dengan agama islam. Bagi orang yang memiliki kemampuan, upacara ini dilakukan dengan memotong sapi, kerbau atau kambing. Hadits utama yang mendasari aqiqah anak laki-laki dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing adalah riwayat dari Ummu Kurz, di mana Nabi SAW bersabda, "Untuk anak laki-laki dua kambing dan untuk anak perempuan seekor kambing" (HR. Abu Dawud no. 2834-2835, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Ini merupakan kesunnahan yang dianjurkan (afdhol). Berikut adalah poin-poin penting mengenai hadits tersebut: • Bunyi Hadits (Ummu Kurz): "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alahi wa sallam bersabda, 'Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina'," (HR. Abu Dawud). • Hadits Pendukung (Samurah bin Jundab): "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya," (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Shahih). Ulama menyepakati bahwa dua kambing untuk laki-laki adalah lebih utama, namun menyembelih satu kambing tetap sah dan diperbolehkan jika tidak mampu. Aqiqah biasanya dilakukan pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran seorang anak, namun ada juga yang melaksanakannya dikemudian hari tergantung kapan kesanggupan keluarga dalam melaksanakan akikah. Upacara ini biasanya dilakukan bersamaan dengan upacara boh nan, yakni memberi nama kepada si anak. Upacara ini dilakukan di rumah tempat si anak lahir. Persiapan dan perlengkapan kenduri dilakukan oleh pihak Matuan (mertua perempuan). Namun dewasa ini sering dipersiapkan oleh ayah sianak. Bahan-bahan persiapan kenduri akikah berupa: hewan jantan yang akan disembelih, kain putih setengah meter, minyak wangi dan sisir. Pada saat hewan disembelih, mukanya ditutup dengan kain putih. Di badan hewan itu diberi minyak wangi, dan bulu kepalanya disisir. Di desa-desa biasanya upacara ini dilakukan di Meunasah, bukan di rumah. Ayah si anak menyerahkan semua keperluan kenduri akikah kepada Teungku Imum gampong. Para pemuda akan mempersiapkan kenduri tesrebut, mulai dari memasak sampai menghidangkan makanan untuk disantap bersama. Namun, tidak semua daging sembelihan itu di makan di meunasah. Ada juga yang diantar kepada penduduk kampung yang tidak sempat menghadiri acara tersebut ke meunasah. Setelah masyarakat makan hidangan itu di Meunasah, maka selesailah acara kenduri akikah.