Penghargaan AKI 2025 Tahap III, Apresiasi Bagi Pel...
budayaaceh.com, Jakarta - Kementerian Kebudayaan kembali menggelar Anugerah Kebudayaan Indonesia (AK...
Des 2025, 08:09 malam
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang kebudayaan dan bagian-bagian dari kebudayaan, seperti Kesenian Tradisional, Sejarah, Cagar Budaya, Permuseuman dan sebagainya.
Selengkapnya
Museum
Destinasi
Gedung
Cagar Budaya
TEUT APAM
Buleun Apam adalah salah satu dari nama-nama bulan dalam “Almanak Aceh” yang setara dengan bulan Rajab dalam Kalender Hijriah. Buleun artinya bulan dan Apam adalah sejenis makanan yang mirip serabi.
Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Aceh untuk mengadakan Khanduri Apam pada buleun Apam. Tradisi ini pun sering dilaksanakan dikampungku di Pidie. Kegiatan toet apam (memasak apam) dilakukan oleh kaum ibu di gampoeng (kampung). Biasanya dilakukan sendirian atau berkelompok. Pertama sekali yang harus dilakukan untuk memasak apam adalah top teupong breuh bit (menumbuk tepung dari beras nasi). Tepung tersebut lalu dicampur santan kelapa dalam sebuah beulangong raya (periuk besar).
Campuran ini direndam paling kurang tiga jam, agar apam yang dimasak menjadi lembut. Adonan yang sudah sempurna ini kemudian diaduk kembali sehingga menjadi cair. Cairan tepung inilah yang diambil dengan aweuek/iros untuk dituangkan ke wadah memasaknya.
Cerita dulu sih, Apam tidak dimasak dengan kompor atau kayu bakar, tetapi dengan on ‘ue tho (daun kelapa kering). Malah orang-orang percaya bahwa Apam tidak boleh dimasak selain dengan on ‘ue thoini karena berpengaruh pada rasa. Masakan Apam yang dianggap baik, yaitu bila permukaannya berlubang-lubang sedang bagian belakangnya tidak hitam dan rata (tidak bopeng). Apam paling sedap bila dimakan dengan kuahnya, yang disebut kuah tuhe, berupa masakan santan dicampur pisang klat barat(sejenis pisang raja) atau nangka masak serta gula.
Aceh merupakan provinsi dengan julukan Serambi Mekkah yang kaya budaya dan indah alamnya. Dalam sejarahnya, Aceh pernah menjadi pusat kebudayaan Islam di Asia Tenggara pada abad ke-16. Berkunjung ke Aceh, Anda akan melihat berbagai peninggalan sejarah dan budaya Islam. Aceh juga merupakan pintu gerbang masuknya Islam ke Nusantara, dan pernah mendapat pengakuan dari Syarif Mekkah atas nama Khalifah Islam Turki Usmani. Selain sejarah yang gemilang, Aceh juga memiliki banyak potensi wisata yang luar biasa. Alamnya yang indah didukung budayanya yang kaya akan menyambut Anda sejak langkah pertama anda masuk ke Aceh. Hanya di Aceh pula Anda dapat menyaksikan sisa-sisa kedahsyatan gempa dan tsunami yang melanda tahun 2004 silam untuk mempelajarinya. Situs Disbudpar Aceh ini dimaksudkan untuk memudahkan para perencana tur, maupun wisatawan pada umumnya dalam menyusun paket wisata dan memilih fasilitas serta sarana wisata yang dibutuhkan dan tersedia di provinsi Aceh.
Aceh merupakan provinsi dengan julukan Serambi Mekkah yang kaya budaya dan indah alamnya. Dalam sejarahnya, Aceh pernah menjadi pusat kebudayaan Islam di Asia Tenggara pada abad ke-16. Berkunjung ke Aceh, Anda akan melihat berbagai peninggalan sejarah dan budaya Islam. Aceh juga merupakan pintu gerbang masuknya Islam ke Nusantara, dan pernah mendapat pengakuan dari Syarif Mekkah atas nama Khalifah Islam Turki Usmani. Selain sejarah yang gemilang, Aceh juga memiliki banyak potensi wisata yang luar biasa. Alamnya yang indah didukung budayanya yang kaya akan menyambut Anda sejak langkah pertama anda masuk ke Aceh. Hanya di Aceh pula Anda dapat menyaksikan sisa-sisa kedahsyatan gempa dan tsunami yang melanda tahun 2004 silam untuk mempelajarinya. Situs Disbudpar Aceh ini dimaksudkan untuk memudahkan para perencana tur, maupun wisatawan pada umumnya dalam menyusun paket wisata dan memilih fasilitas serta sarana wisata yang dibutuhkan dan tersedia di provinsi Aceh.
Tips Wisata