Loading

Informasi OPK

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 11 February 2026
Tahun verifikasi dan validasi : 30 January 2026
Entitas kebudayaan : OPK
Kategori : Keterampilan / Kemahiran dan Kerajinan

Detail OPK

Etnis : Aceh

Alamat OPK

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : Ingin Jaya
Desa/Gampong : -
Alamat : -

Deskripsi Singkat

WBTb

Nama Lainnya : Boh Itek Deudah

Sejarah/Asal-Usul : Boh itek deudah merupakan makanan khas Aceh sudah ada sejak pada abad ke 18 masehi, dengan bahan dasarnya boh itek (telur bebek) yang dipanggang dialas dengan daun pisang Boh itek deudah dibuat dengan memasak telur bebek dengan menggunakan bumbu rempah-rempah dan perasan jeruk limau, Boh itek deudah biasanya dibuat pada saat acara kenduri kematian. Pada zaman dulu orang lebih suka memelihara bebek (itik), karena dahulu ikan agak sulit untuk dibeli yang disebabkan pasar yang jauh dan harus berjalan kaki untuk berbelanja, makanya orang dahulu lebih suka memelihara bebek, umpannya lebih mudah didapat, juga bebek (itik) tidak mudah terserang penyakit. Dulu minyak goreng susah didapat, maka mereka berinisiatif membuat telur bebek “Boh itek deudah” dengan bahan yang mudah didapat disekitar rumahnya. Dulu kebanyakan penduduk pekerjaannya bercocok tanam dan berkebun, mareka selalu membawa bekal untuk dimakan dengan lauk “Boh itek deudah” karena tidak mudah basi. Jenis telur bebek yang sering digunakan yaitu telur bebek yang masih baru dan belum diasinin. Telur bebek merupakan pangan segar yang kaya akan nutrisi yang terkandung dalam 100 g telur bebek saja sudah mampu memenuhi cukup banyak kebutuhan gizi Anda. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah deretan kandungan yang ada dalam 100 gram (g) telur bebek: Air: 70 g, Energi: 187 Kalori (Kal), Protein: 11,8 g, Lemak: 14,2 g, Karbohidrat: 3 g, Kalsium: 60 miligram (mg), Fosfor: 268 mg, Zat besi: 6 mg, Natrium: 115 mg, Kalium: 80 mg, Seng (zinc): 1,7 mg, Vitamin A (retinol): 180 mikrogram (mcg), Karoten: 437 mcg, Thiamin (vitamin B1): 1,55 mg, Riboflavin (vitamin B2): 0,37 mg, Vitamin B12: 5,40 mcg, Niacin: 0,1 mg, Folat: 80 mcg, Kolin: 263 mg, Lutein + zeaxanthin: 459 mcg. Hal ini termasuk zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, lemak dan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. a.Perlindungan Pelindungan adalah upaya menjaga keberlanjutan Kebudayaan yang dilakukan dengan cara inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, penyelamatan, dan publikasi. Dalam hal ini Pemerintah Aceh Besar akan mengupayakan menjaga kuliner Boh Itek Deudah sampai turun temurun ke generasi selanjutnya, b.Pengembangan Pengembangan adalah upaya menghidupkan ekosistem Kebudayaan dari generasi ke generasi sehingga perkembangan zaman tidak membuat adat dan budaya menjadi hilang dan menyebarluaskan atau mempublikasikan Kebudayaan kuliner khas Aceh Besar. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengupayakan memperkenalkan Sie Reuboh kepada anak-anak muda dan juga kepeserta didik melalui pembelajaran muatan local. Dalam hal pengembangan karya Budaya Pemerintah Daerah menghimbau kepada masyarakat yang ada di seluruh Kabupaten Aceh besar bahwa Kuliner Boh Itek Deudah ini merupakan makanan tradisional yang harus dipertahankan seta harus bersaing ketat dengan makanan-makanan modern terutama pada saat acara perkawinan, kenduri maulid dan acara-acara lainnya supaya Boh Itek Deudah ini merupakan makanan atau hidangan wajib. c.Pembinaan Pembinanan adalah upaya pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kebudayaan, lembaga Kebudayaan, dan pranata Kebudayaan dalam meningkatkan dan memperluas peran aktif dan inisiatif masyarakat d.Pemanfaatan Pemanfaatan adalah upaya pendayagunaan Objek Pemajuan Kebudayaan untuk menguatkan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dalam mewujudkan tujuan nasional.