| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 16 December 2025 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 16 December 2025 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Keterampilan / Kemahiran dan Kerajinan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | Kabupaten Aceh Timur |
| Kecamatan | : | Peureulak |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Bungong Geulima
Teknik pembuatan motif Bungong Geulima dilakukan melalui beberapa tahapan yang mencerminkan pengetahuan dan keterampilan tradisional masyarakat Aceh Timur. Proses ini mengutamakan ketelitian, keseimbangan bentuk, serta pemahaman terhadap nilai filosofis yang terkandung dalam motif. 1. Pengamatan Bentuk Alam Teknik pembuatan diawali dengan pengamatan langsung terhadap bentuk bunga dan buah delima. Pengrajin mempelajari struktur kelopak, putik, dan susunan biji sebagai dasar pembentukan motif. 2. Stilisasi Motif Bentuk alami bunga delima kemudian distilisasi atau disederhanakan tanpa menghilangkan ciri khasnya. Proses ini menghasilkan bentuk motif yang dekoratif, simetris, dan mudah diaplikasikan pada berbagai media. 3. Perancangan Pola Motif yang telah distilisasi disusun dalam pola tertentu, baik tunggal maupun berulang. Pada tahap ini diperhatikan keseimbangan komposisi, irama motif, dan keselarasan makna filosofis. 4. Pemindahan Motif ke Media Pola motif dipindahkan ke media kerajinan seperti kain, menggunakan gambar manual atau pola cetak. Media yang umum digunakan antara lain kain bordir, songket, dan batik. 5. Penerapan Teknik Hias Motif dikerjakan menggunakan teknik sesuai media, seperti teknik bordir, tenun, atau lukis kain. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dan rapi untuk menjaga keindahan dan makna motif. 6. Finishing Tahap akhir meliputi perapian hasil kerja, pengecekan detail motif, dan penyempurnaan agar motif Bungong Geulima memiliki kualitas estetika dan ketahanan yang baik.