| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 11 February 2026 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 05 November 2025 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Keterampilan / Kemahiran dan Kerajinan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | Kabupaten Aceh Tengah |
| Kecamatan | : | Pegasing |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Gegedem
Gegedem merupakan sebuah alat musik tradisional khas Gayo yang sering dimainkan dan digunakan dalam pembuatan musik-musik tradisional Gayo. Alunan nada Gegedem memberikan warna suara tersendiri yang menguatkan dan mengidentikkan Kekhasan suku Gayo. Gegedem merupakan alat musik membranphone atau alat musik pukul yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah. Alat musik ini biasanya dimainkan pada saat acara pernikahan, penyambutan tamu, dan acara hiburan lainnya. Gegedem biasanya dimainkan bersamaan dengan alat musik lainya yaitu: Canang, Memong, dan Gong. Gegedem memiliki kekhasan tersendiri karena alat ini terbuat dari batang Nangka dan kulit domba. Awalnya bahan utama pembuatan Gegedèm berupa kayu Gerupel. Kayu ini memiliki corak khas yang cocok untuk pembuatan alat musik ini. Selain kayu Gerupel, kayu Merbo atau sering dikenal dengan Damar Laut dapat digunakan untuk pembuatannya. Akibat dari langkanya kedua jenis kayu tersebut, maka pengrajin Gegedèm menggunakan kayu Nangka sebagai penggantinya. Pemilihan ini berdasarkan corak, ketahanan, bunyi yang dihasilkan dari batang Nangka sesuai untuk Gegedèm. Bahan lainnya adalah kulit kambing jantan dan rotan. Gegedem saat ini tidak lagi digunakan secara luas dalam kegiatan kesenian di Aceh Tengah. Hal ini berhubungan dengan ketersediaan alat musik ini yang tidak lagi diproduksi. Pengrajin Gegedem yang memproduksi alat musik ini sangat jarang ditemui di kabupaten Aceh Tengah. Sehingga akhir-akhir ini, rapaˈi lebih sering dipakai sebagai pengganti Gegedem, padahal Gegedem merupakan indetitas masyarakat Gayo. Oleh sebab itu pemerhati budaya Gayo dan unsur kebudayaan daerah berupaya mengangkat kembali alat musik Gegedem ke permukaan. Pembuatan Gegedem oleh Kek Mukim dari Kute Lintang sudah dimulai sejak tahun1970an. Beliau pernah membuat Gegedem sebanyak 100 buah atas permintaan Bupati pada masa itu. Pengetahuan pembuatan Gegedem tersebut diwariskan kepada generasi selanjutnya. Saat ini pembuatan Gegedem digeluti oleh beberapa sanggar kesenian dan sanggar pengrajin di Aceh Tengah sejak tahun 2014. Seperti Sanggar Radang yang selama ini membuat Gegedem berdasarkan permintaan.