| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 05 April 2026 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 30 October 2025 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Adat Istiadat |
| Apakah Masih Digunakan? | : | Ya |
| Etnis yang Melaksanakan | : | Aceh |
| Jenis Adat Istiadat | : | Hubungan Dengan Lingkungan |
WBTb
Nama Lainnya : Idang Meulapeh
Idang meulapeh" adalah hidangan tradisional Nagan Raya yang disusun bertingkat-tingkat dari makanan, kue, dan buah-buahan, yang sering disajikan dalam acara Maulid Nabi. Hidangan ini dapat mencapai ketinggian lebih dari satu meter dan merupakan simbol penghormatan, kesabaran, dan kebersamaan. Ciri-ciri "idang meulapeh" Susunan bertingkat: Makanan seperti daging, ikan, telur ayam dan bebek, serta aneka kue dan buah-buahan disusun berlapis-lapis di atas talam besar. Ketinggian: Susunan ini bisa sangat tinggi, mencapai lebih dari satu meter, dengan "dalung" (dinding alas) di sekelilingnya. Penutup: Bagian atasnya ditutup dengan "sangee", sebuah penutup berukiran khas Aceh yang dibalut kain hijau dan terkadang dihiasi kaligrafi. Nilai budaya: "Idang meulapeh" bukan sekadar hidangan, melainkan karya budaya yang menggambarkan doa dan rasa syukur yang disusun dengan tangan. Biaya: Biaya pembuatannya bisa bervariasi, dari tiga hingga enam juta rupiah, tergantung isi dan tampilannya. Simbol kebersamaan: Tradisi ini menjadi simbol kesungguhan menjaga nilai-nilai luhur, kebersamaan, dan gotong royong dalam masyarakat.