Loading

Informasi OPK

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 02 April 2026
Tahun verifikasi dan validasi : 02 April 2026
Entitas kebudayaan : OPK
Kategori : Teknologi Tradisional

Detail OPK

Etnis yang Menggunakan : Aceh
Bahan Baku/Peralatan yang Digunakan : -
Satuan Waktu : -
Fungsi Teknologi : -
Waktu mulai digunakan : -

Alamat OPK

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Alamat Penggunaan : -

Deskripsi Singkat

WBTb

Nama Lainnya : Jalo/Perahu tradisional

Jalo adalah sejenis perahu kecil atau biduk yang berbentuk panjang dan terbuat dari sebatang pohon kayu yang utuh dengan buritan dan haluan yang runcing. Jalo dikayuh (A. Kayoh atau keumayoh) oleh satu sampai empat orang dengan memakai pengayuh (peungayoh). Jalo dikemudikan dengan memakai sebuah pengayuh (sungket kabe) yang dipegang di bagian belakang. Jalo terbagi atas beberapa jenis yaitu: 1. Jalo kawe yaitu Jalo dengan ukuran panjang kira-kira 6,5 m dengan lebar kira-kira 0,90 m, yang dipergunakan khusus sebagai perahu untuk memancing atau untuk memasang lukah-lukah (perangkap ikan); 2. Jalo kusangka (Jalo peusangka atau Jalo alang) yaitu Jalo dengan ukuran panjang kira-kira 3,5 m dengan lebar kira-kira 0,60 m yang dipergunakan selain untuk menangkap ikan juga dipakai sebagai perahu dagang untuk mengangkut barang pada jarak dekat di sepanjang pantai ataupun melalui sungai; 3. Jalo klibeuet yaitu Jalo dengan ukuran lebih kecil dari kedua Jalo sebelumnya, dengan dinding yang kurang miring keluar menjadikannya kurang stabil di atas air, akan tetapi dapat melaju lebih kencang dan biasanya dikayuh dengan sebuah pengayuh ganda (pengayuh dua on) dan pemakaian pengayuh inilah yang memberi nama bagi Jalo klibeut (My. Kelibat). Kadang-kadang Jalo mempunyai sebuah layar latin (layeue) dengan bentuk segi empat yang dapat dikencangkan dan dilonggarkan. Di pantai barat, Jalo dinamakan sampan yang digunakan sebagai alat transportasi, hal ini dapat terjadi karena kebanyakan desa di sana terletak di tepi-tepi sungai dan tepi laut. Di daerah Aceh Tengah, Jalo dinamakan prau yang digunakan sebagai alat transportasi. Di tanah alas Jalo dinamakan bungkuy yang terbagi atas dua jenis yaitu bungkuy mecongkir (kecil) dan bungkuy kalo paku. Bungkuy tersebut digunakan untuk ke Singkil dan Rundeng melalui sungai alas.