| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 10 February 2026 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 10 February 2026 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan - Perayaan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | - |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Lhah Miek
Lhak miek merupakan upacara penyapihan agar si anak tidak lagi menyusui pada ibunya. Masa lhah miek biasanya setelah anak berusia dua tahun. Akan tetapi semua itu tergantung pada kondisi ibu dan anak yang disusuinya. Bila dia telah hamil lagi, maka si anak segera disapih. Ada anggapan dalam masyarakat, kalau anak yang menyusui pada ibunya yang hamil, maka ia akan memakan darah adiknya yang masih dalam kandungan, ia akan sakit-sakitan. Lhah Miek ini dilakukan secara tertutup, hanya antara si anak dengan ibunya. Bila ada masalah baru diminta bantu pada bidan. Setelah disapih, maka tindakan pertama yang dilakukan si ibu adalah memisahkan tempat tidur si anak. Anak diserahkan kepada saudara ibu, atau ditidurkan di kamar lain, agar ia tidak lagi menyusui. Bila juga tidak berhasil, maka si ibu akan mengoleskan ramuan daun-daunan yang pahit seperti daun inai pada payudaranya, agar ketika anak menyusui akan terasa pahit. Dengan demikian si anak tidak akan lagi minta disusui.