Loading

Berita Kebudayaan

Berita
gambar

Beragam Bahasa di Provinsi Aceh yang Patut Dilestarikan

 Budaya Aceh
|
 On Des 2025, 01:32 siang
|  0

budayaaceh.com, Banda Aceh - Provinsi barat Nusantara memiliki sebuah wilayah yang menjadi pintu utama konektivitas dunia internasional, Provinsi Aceh sebutannya. Kawasan yang memiliki beragam keunikan tersebut memiliki beberapa suku yang mendiami pesisir, dataran tinggi bahkan kepulauan. Diantaranya, Suku Aceh, Gayo, Alas, Aneuk Jamee, Singkil dan Tamiang.

Di Kepulauan dan pedalaman Aceh, ada suku Simeuleu, Kluet, Haloban dan Mante. Selain itu, suku Jawa serta Minangkabau, Batak, Melayu, hingga keturunan Arab, India, serta Tionghoa yang memperkaya warna budaya di Serambi Mekkah. Dalam berkomunikasi, Masyarakat yang bersuku-suku tersebut menggunakan bahasa tersendiri selain bahasa Aceh dan Indonesia.

Bahasa-bahasa daerah di Aceh merupakan cerminan dari kemajemukan suku bangsanya yang kaya. Berdasarkan data tahun 2025, terdapat sedikitnya 13 bahasa daerah utama yang dituturkan oleh berbagai suku di Aceh:

Bahasa Aceh
Bahasa dengan penutur terbanyak ini mendiami wilayah pesisir mulai dari Aceh Besar, Pidie, hingga Aceh Barat. Bahasa ini unik karena memiliki kemiripan fonetik dengan bahasa Cham di Vietnam dan Kamboja. Pada Juli 2025, bahasa Aceh dikategorikan dalam status "terancam punah secara pasti" (definitely endangered) oleh BRIN karena penurunan penggunaan di kalangan generasi muda.

Bahasa Gayo
Dituturkan oleh suku Gayo di dataran tinggi (Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues). Bahasa ini memiliki empat dialek utama: Sarah Raja, Kaloi, Kuta Lintang, dan Remesan.

Bahasa Aneuk Jamee
Bahasa ini merupakan dialek turunan dari bahasa Minangkabau yang telah berasimilasi dengan bahasa Aceh. Nama "Aneuk Jamee" sendiri berarti "anak tamu" dalam bahasa Aceh. Penuturnya banyak ditemukan di pesisir barat dan selatan, seperti Tapaktuan dan Susoh.

Bahasa Kepulauan (Simeulue & Sekitarnya)
Di Pulau Simeulue, terdapat tiga bahasa yang berbeda meskipun berada di wilayah yang berdekatan:

  • Bahasa Devayan: Digunakan di bagian tengah dan selatan Pulau Simeulue.
  • ‌Bahasa Sigulai: Dituturkan di wilayah Simeulue Barat, Alafan, dan Salang.
  • ‌Bahasa Lekon: Bahasa yang sangat terbatas penuturnya, terutama di Desa Langi dan Lafakha.
  • Bahasa Haloban: Digunakan oleh masyarakat di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

Bahasa di Wilayah Tenggara & Selatan
Bahasa Alas: Digunakan oleh masyarakat di "Tanoh Alas", Kabupaten Aceh Tenggara. Bahasa Kluet, dituturkan oleh suku Kluet di Aceh Selatan, yang memiliki tradisi khas seperti Ritual Sawah.

Bahasa Singkil (Kade-Kade), digunakan di wilayah Aceh Singkil dan Kota Subulussalam. Dan Bahasa Pakpak (Julu) yang memiliki keterkaitan dengan budaya Pakpak di Sumatera Utara, dituturkan di sebagian wilayah Singkil.

Pemerintah terus mendorong revitalisasi bahasa-bahasa ini melalui program seperti 'Festival Tunas Bahasa Ibu' untuk mencegah kepunahan identitas lokal tersebut. Sepatutnya kita harus berbangga dengan bahasa daerah, hal tersebut untuk menjaga identitas asal kita. (Admin)

Berita Serupa

gambar

Penghargaan AKI 2025 Tahap III, Apresiasi Bagi Pel...

gambar

Rateeb Meuseukat: Syukur dalam Diam

gambar

Disbudpar Aceh Serahkan Bantuan Untuk Korban Benca...

gambar

Khanduri Beureuat, Berbagi dan Bersyukur

gambar

Gunongan, Bukti Cinta Sultan Aceh Kepada Permaisur...