Loading

Berita Kebudayaan

Berita
gambar

Khanduri Blang: Bersyukur dan Penyambung Tali Silaturrahmi

 Budaya Aceh
|
 On Des 2025, 12:33 pagi
|  0

budayaaceh.com, Banda Aceh - Tradisi  Khanduri blang (kenduri sawah) di Aceh merupakan manifestasi spiritual dan sosial petani yang menempatkan rasa syukur kepada Allah SWT di atas segala ikhtiar lahiriah. Sebagai warisan adat yang berakar kuat pada nilai Islam, tradisi ini tetap dilestarikan hingga kini.

Tradisi ini sudah menjadi salah satu hal yang  lazim dilakukan oleh masyarakat yang berprofesi sebagai petani di provinsi Aceh. Hal tersebut diyakini mereka sebagai bentuk permintaan doa kepada Allah SWT sebelum melakukan penanaman padi atau treun u blang. Masyarakat yang hadir tidak hanya petani, namun  dari unsur lainnya pun ikut hadir pada kegiatan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, seorang tokoh agama atau Tengku akan memimpin doa pada pelaksanaan Khanduri blang (kenduri sawah). Dalam memanjakan kepada Sang Pencipta, mereka memohon agar tanah mereka subur, terhindar dari serangan hama, dan dijauhkan dari bencana alam. 

Ritual ini mencerminkan ketergantungan manusia yang mutlak kepada Sang Pencipta dalam setiap ikhtiar mencari rezeki. Oleh karena itu, kita harus terus menjaga keharmonian antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Silaturahmi dan Saling Berbagi 
Dalam praktiknya, Khanduri blang menjadi salah satu pembangkit semangat kebersamaan (gotong royong) bagi masyarakat yang akan melaksanakan tradisi itu. Seperti bahu-membahu dalam hal menyiapkan masakan, mulai dari menyembelih hewan hingga mengaduk kuah di kuali besar (beulangoeng).

Makanan yang dimasak pada kegiatan tersebut tidak hanya dinikmati oleh pemilik sawah, tetapi juga dibagikan kepada anak yatim, warga kurang mampu, hingga petani dari desa tetangga sebagai wujud syukur. 

Tidak hanya sebatas itu, kegiatan musyawarah adat pun bisa terlaksanakan untuk menentukan jadwal turun ke sawah secara serentak, maupun hal lainnya yang dianggap penting. Hingga kini, Khanduri blang tetap eksis sebagai benteng kearifan lokal walaupun zaman semakin maju.

Perlu diketahui juga bahwa dalam adat istiadat masyarakat Aceh ada  Lembaga Adat  yang dikenal dengan nama ‘Keujruen Blang’, tugas dan wewenangnya mengurusi dan mengkoordinasikan para petani sawah saat memasuki musim tanam hingga masa panen tiba. (Admin)

Berita Serupa

gambar

Penghargaan AKI 2025 Tahap III, Apresiasi Bagi Pel...

gambar

Rateeb Meuseukat: Syukur dalam Diam

gambar

Disbudpar Aceh Serahkan Bantuan Untuk Korban Benca...

gambar

Khanduri Beureuat, Berbagi dan Bersyukur

gambar

Gunongan, Bukti Cinta Sultan Aceh Kepada Permaisur...